Latihan tersebut juga melibatkan unsur kapal perang KRI Prabu Siliwangi-321 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II, sebagai bentuk sinergitas dan interoperabilitas antara unsur udara dan unsur kapal perang dalam mendukung kesiapan operasi TNI Angkatan Laut.
Latihan ini menjadi wujud komitmen Wing Udara 2 Puspenerbal dalam mempertahankan profesionalisme penerbang, meningkatkan kemampuan koordinasi antarunsur, serta memastikan kesiapan unsur udara dalam mendukung pelaksanaan tugas operasi TNI Angkatan Laut, baik operasi militer maupun tugas kemanusiaan.
Pelaksanaan terbang malam memiliki tingkat kompleksitas dan tantangan yang lebih tinggi dibandingkan penerbangan siang hari. Kondisi visibilitas yang terbatas menuntut kemampuan navigasi, ketepatan prosedur, komunikasi yang efektif, serta koordinasi yang solid antara penerbang, awak udara, unsur kapal perang, dan unsur pendukung di darat.
Keterlibatan KRI Prabu Siliwangi-321 dalam latihan ini menjadi bagian penting dalam menguji kemampuan kerja sama taktis antara unsur udara dan kapal perang, khususnya dalam pelaksanaan operasi laut yang membutuhkan kecepatan respons, ketepatan koordinasi, serta kesiapan sistem komunikasi dan prosedur operasi terpadu.
Komandan Wing Udara 2, Kolonel Laut (P) Oscar Johanes Novie, menegaskan bahwa latihan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari proses membangun profesionalisme prajurit udara yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi dinamika medan tugas modern.
“Kemampuan terbang malam merupakan salah satu indikator kesiapan operasional satuan udara. Melalui latihan yang terencana, berkesinambungan, dan terintegrasi dengan unsur kapal perang, seluruh personel diharapkan mampu melaksanakan tugas secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan penerbangan,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, latihan melibatkan unsur penerbang, teknisi pendukung, serta unsur kapal perang yang secara terpadu melaksanakan tahapan persiapan, pelaksanaan misi penerbangan, hingga evaluasi pascalatihan. Setiap tahapan dilaksanakan dengan mengutamakan standar keselamatan penerbangan, prosedur operasi, serta prinsip koordinasi antarunsur yang berlaku di lingkungan TNI Angkatan Laut.
Latihan terbang malam ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan alutsista udara, kemampuan awak pesawat, kesiapan unsur kapal perang, serta efektivitas koordinasi dalam mendukung operasi gabungan udara-laut. Dengan pelaksanaan latihan secara konsisten, Wing Udara 2 Puspenerbal terus memperkuat kapasitasnya sebagai salah satu unsur strategis kekuatan udara TNI Angkatan Laut.
Melalui latihan tersebut, Wing Udara 2 Puspenerbal menunjukkan dedikasi dalam menjaga kesiapan tempur, profesionalisme, dan keunggulan operasional penerbangan TNI Angkatan Laut, sekaligus memperkuat sinergitas dengan unsur kapal perang guna mendukung tercapainya tugas pokok TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan nasional. Hal ini selaras dengan arahan yang diberikan oleh Komandan Puspenerbal bahwa setiap insan Penerbangan TNI AL senantiasa ingat akan Slogan PASTI yaitu Profesional, Adaptif, Sinergi, Tangguh dan Inovatif.


0 Komentar