Sesaat setelah menerima informasi kejadian, Lanal Labuan Bajo segera mengerahkan personel beserta tim penyelam untuk bergabung dalam Tim SAR Penyelam Gabungan bersama Pos SAR Labuan Bajo dan P3KOM. Operasi penyelaman dipimpin oleh Danunit Intel Lanal Labuan Bajo, Lettu Laut (S) Y. Lamek K., diawali dengan briefing, pengecekan peralatan, pemetaan lokasi, serta analisis kondisi arus laut guna menentukan titik pencarian yang paling efektif.
Berkat koordinasi yang solid dan profesionalisme seluruh unsur yang terlibat, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban kedua di kedalaman sekitar 23 meter dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, korban dievakuasi ke permukaan sesuai prosedur keselamatan penyelaman, kemudian dibawa menggunakan Rigid Buoyant Boat (RBB) SAR menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit.
Sebelumnya, korban pertama telah berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dan sempat mendapatkan tindakan resusitasi jantung paru (RJP), namun berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis korban dinyatakan meninggal dunia. Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan penyelamatan secara resmi dinyatakan selesai.
Keterlibatan Lanal Labuan Bajo dalam operasi kemanusiaan ini merupakan wujud kesiapsiagaan TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral VII dalam memberikan respons cepat terhadap setiap kondisi darurat di wilayah perairan, sekaligus mencerminkan komitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman kepada masyarakat maupun wisatawan di wilayah perairan Labuan Bajo.




0 Komentar