BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MEDIAONLINE "GHORAVIRA NEWS"

Kokohkan Nilai, Rajut Kebersamaan: Bundo Limpapeh Rumah Gadang Satukan Langkah untuk Budaya Minangkabau

Padang, 6 Mei 2026 | Semangat menjaga nilai adat dan mempererat hubungan sosial kembali mengemuka dalam pertemuan yang digelar Persatuan Bundo Limpapeh Rumah Gadang Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang konsolidasi yang sarat makna bagi perempuan Minangkabau dalam meneguhkan jati diri dan peran mereka di tengah dinamika zaman.

Sejumlah tokoh penting turut hadir memberikan dukungan terhadap eksistensi organisasi ini. Pemerintah Kota Padang melalui perwakilannya, dr. Ferry Mulyani Hamid, M.Biomed., yang hadir sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata kaum perempuan dalam menjaga harmoni sosial. Kehadiran perwakilan pemerintah menjadi sinyal kuat bahwa peran perempuan adat semakin diperhitungkan dalam pembangunan daerah.
Dari tingkat provinsi, Pemerintah Sumatera Barat juga menunjukkan komitmennya melalui kehadiran Sufnarrita Yusuf, S.ST., MM., yang mewakili unsur DP3AP2KB. Keterlibatan ini mencerminkan adanya sinergi yang terus dibangun antara organisasi perempuan adat dan pemerintah dalam memperkuat ketahanan sosial berbasis budaya lokal.

Ketua Persatuan Bundo Limpapeh Rumah Gadang Provinsi Sumatera Barat, Dra. Purnamawati, M.M., menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya bukan sekadar simbol tradisi, melainkan wadah yang memiliki legitimasi hukum dan peran nyata di tengah masyarakat. Ia menyebut, keberadaan Bundo Limpapeh menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara adat, moral, dan kehidupan sosial.

Menurutnya, dalam filosofi Minangkabau, perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai pelengkap, tetapi sebagai pilar utama dalam struktur kehidupan. Sosok Bundo Limpapeh Rumah Nan Gadang dimaknai sebagai penyangga utama yang menjaga nilai-nilai luhur agar tetap hidup dan diwariskan lintas generasi.

“Perempuan Minangkabau memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga adat dan pembentuk karakter keluarga. Dari rahim budaya inilah lahir generasi yang memahami jati dirinya,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Kegiatan ini juga berjalan lancar berkat peran aktif Ketua Panitia, Netti Herawati, S.Sos., yang memastikan seluruh rangkaian acara tersusun rapi dan berlangsung penuh kehangatan. Nuansa kekeluargaan terasa kental, memperlihatkan eratnya hubungan antaranggota yang terbangun bukan hanya secara struktural, tetapi juga emosional.

Di tengah arus modernisasi yang kian cepat, pertemuan ini menjadi pengingat bahwa akar budaya tidak boleh tercerabut. Justru di sinilah peran strategis perempuan Minangkabau diuji, untuk tetap menjadi penjaga nilai di tengah perubahan.

Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang refleksi bersama bahwa perempuan memiliki posisi penting dalam menentukan arah pembangunan yang berkarakter. Dengan berlandaskan adat dan nilai luhur, kontribusi perempuan diyakini mampu menghadirkan keseimbangan antara kemajuan dan kearifan lokal.

Harapan besar pun disematkan dari kegiatan ini, agar sinergi antara organisasi Bundo Limpapeh dan pemerintah terus terjalin kuat. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan berbagai program yang tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun, Bundo Limpapeh Rumah Gadang kembali menegaskan eksistensinya sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah Minangkabau. Dari rumah gadang, perempuan bergerak, merawat nilai, dan memastikan identitas budaya tetap hidup di tengah perubahan zaman.

TIM

Posting Komentar

0 Komentar